IBX5981FE7FCD958 GuitarSquartz.net | Majalah Gitar Terlengkap & Terbaik Indonesia: profil musisi
Tampilkan postingan dengan label profil musisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil musisi. Tampilkan semua postingan

Musicman Luncurkan Gitar Signature Omar Rodriguez-Lopez

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Gitaris yang dikenal dengan proyek musik Mars Volta dan At The Drive In tersebut kini punya gitar signature baru dari Musicman. Gitar dengan bentuk bodi 'offset' ini memiliki bentuk yang unik dan sedikit di luar tradisi Musicman.



Sebenarnya Musicman tidak terlalu asing dengan berbagai gitar dengan bentuk bodi gitar 'offset'. St Vincent signature dan Albert Lee signature. Gitar yang diberi nama 'Mariposa' ini memiliki bentuk asimetris dengan sedikit nuansa retro.

Mariposa memiliki sepasang humbucker custom Musicman dan dua volume knob untuk masing-masing pickup, tanpa tone control. Menggunakan tremolo Musicman dan locking tuner buatan Schaller.
Gitar ini memiliki 2 warna untuk masing-masing versi Deluxe dan versi Standard. Fitur unik gitar ini adalah pickguard logam dengan laser etching floral pattern. Info selengkapnya, silakan kunjungin website resmi Musicman .

Jangan lupa kunjungi berbagai artikel menarik lainnya di Guitarsquartz.net !!
Read More...

ESP Luncurkan Signature Kirk Hammet Edisi Terbatas

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - ESP selalu meluncurkan berbagai tipe signature series baru setiap tahun. Kali ini Kirk Hammet signature mendapatkan update berupa warna baru. Edisi gitar bernama resmi Kirk Hammett ESP Sparkle Ouija ini dibuat dalam jumlah sangat terbatas dengan dua warna baru, Red Sparkle dan Purple Sparkle.


Seri Ouija ini sempat muncul beberapa tahun lalu dengan warna hitam dan putih. Untuk tahun ini dipilih warna yang lebih cerah, dan sebenarnya 'kurang' metal hehehe.

Seri Oujia pertama kali diperkenalkan tahun 2010, karena ESP mesti mengurus legalitas dengan Hasbro sebagai pemilik resmi papan permainan Ouija. Sejak itu berbagai versi 'Ouija' ESP pun dibuat.

Ada Dua Versi

ESP KH Ouija Sparkle ini dibuat dalam 2 versi, ESP Custom Shop Jepang dan LTD. Untuk versi Custom Shop nya dibuat langsung oleh ESP Jepang secara handmade, dan hanya dibuat sebanyak 30 unit saja untuk masing-masing warna. Bisa dipesan pada awal tahun 2020 dengan harga jual sekitar 12,000 USD !!

Sedangkan versi LTD nya bisa dipesan sekarang dengan harga sekitar 1,750 USD. Untuk versi LTD nya dibuat lebih banyak, yaitu 500 unit untuk setiap warna. 

Untuk fans Metallica atau Kirk Hammet mungkin tertarik? 

Jangan lupa baca juga berbagai News Musik menarik lainnya hanya di Guitarsquartz.net !!
Read More...

Slipknot Ungkap Lagu Terbarunya, "Unsainted"

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Band metal asal Iowa tersebut baru saja merilis lagu terbarunya yang berjudul, "Unsainted". Lagu ini juga ada di album terbaru Slipknot yang akan diluncurkan Agustus nanti.


Lagu tersebut juga tampaknya menunjukkan topeng terbaru yang dipakai para personel Slipknot. Mereka biasanya berganti topeng setiap album baru..

Unsainted tampaknya menjadi jembatan antara Slipknot gaya baru dengan album "Iowa" yang membuat Slipknot dikenal. Beberapa fans mengeluhkan musik band ini yang tidak sebrutal album-album lamanya.

Tapi Unsainted memiliki riff yang heavy dan tidak kalah heavy dibanding album Slipknot manapun. Meskipun chorusnya memorable dan catchy, tapi tetap ditemani raungan distorsi dan dentuman drum khas metal.

Lagu ini terdapat di album baru Slipknot yang berjudul "We Are Not Your Kind" yang akan dirilis pada 9 Agustus 2019. Album ini memakan waktu sampai empat tahun dalam pembuatannya, dan merupakan album full length ke 6 dari Slipknot.

Unsainted dapat didengarkan di channel Youtube resmi Slipknot.

Read More...

Lagu Terbaru Blink 182, "Blame It On My Youth"

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Blink 182 kembali menghibur fans nya dengan meluncurkan single terbaru berjudul "Blame It On My Youth".


Sepeninggal Tom Delonge, Blink 182 masih terus aktif berkarya. Album baru ? Nampaknya belum. Tapi Blink 182 memberikan sebuah lyric video untuk dinikmati.

Dari lirik lagunya, lagu ini menceritakan sedikit kisah para personel ketika mengawali karirnya sebagai trio pop punk. Blink 182 kemudian menjadi cetak biru untuk berbagai band pop punk lainnya di seluruh dunia.

Walaupun liriknya bernuansa nostalgia, tapi lagu ini tidak takut mengeksplor berbagai bebunyian modern. Tapi dibanding beberapa album sebelumnya, "Blame It On The Youth" lebih menekankan pada sound bandnya.

Lagu ini tampak kontras dengan single dari AVA yang juga baru diluncurkan minggu kemarin. Senang melihat kedua band ini masih terus berkarya dan mengeksplor kemampuan bermusik mereka.

Lagu terbaru Blink 182 dapat kita lihat di channel Youtube resmi mereka.

Read More...

Ed O'Brien Ingin Rilis Album Solo September Nanti

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Apalagi keinginan musisi selain terus berkarya sepanjang hidupnya? Meskipun menjadi salash satu member band keren, Ed rupanya masih tergelitik untuk berkarya atas namanya sendiri.

Ed-obrien2006-05Radiohead.jpg

By Laura Sylvester - online photo album - although the version uploaded here was sent to me via email by Ms. Sylvester directly for upload to Wikipedia., CC BY-SA 2.5, Link

Keinginannya untuk berkarya solo diungkapkan pada salah satu episode That Pedal Show di Youtube. Dalam wawancara seputar rig dan efek yang digunakan, Ed mengatakan bahwa beberapa tahun ke belakang ia sama sekali tak ada pikiran untuk membuat album solo.

Tapi lambat laun keinginan untuk berkarya muncul dan ia mulai menulis lagu. Atas saran dan support dari teman-teman produser dan musisi, ia pun siap lanjut dengan rencana album solo, yang diharapkan bisa rilis September nanti. Ed pun belum mendapatkan label untuk merilis album ini, walaupun ia mengaku sedang mengurus hal itu.

Album LP yang belum bernama ini berisi musisi bintang, seperti Nathan East, Omar Hakim, David Okumu, dan berbagai musisi tamu lainnya. Ed sendiri akan bernyanyi serta memainkan seluruh alat musik di album solonya yang pertama ini.

Ketika ditanya bagaimana album ini dibandingkan dengan Radiohead, Ed mengatakan ada sedikit inspirasi dari Radiohead. Banyak warna dan tekstur, sedikit psikedelik seperti musik Radiohead. Ia juga berharap bisa melakukan tur album ini.

Untuk wawancara lebih lengkapnya silakan cek episode That Pedal Show bersama Ed O'Brien :
 Nantikan terus berbagai news musik, chord lagu terbaru, berbagai tips dan trik, aksesoris gitar dan bass, info event, dan berbagai artikel menarik lainnya hanya di Guitarsquartz.net !!
Read More...

Sungha Jung Mainkan Lagu "Akad" Dengan Ukulele!!

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Gitaris fingerstyle asal Korea, Sungha Jung telah menunjukan bakat yang luar biasa di usianya yang masih sangat muda. Setelah tur keliling dunia, tampil dengan Mr Big, ternyata ia belum melupakan fans-nya di Indonesia.

Lagu Payung Teduh yang berjudul "Akad", ia mainkan secara instrumental seperti yang ia lakukan pada berbagai lagu cover. Tapi kali ini Sungha memainkannya hanya dengan sebuah ukulele saja!

Untuk memainkan fingerstyle dengan gitar saja sudah cukup sulit, tapi Sungha membuktikan kemahiran nya dengan mengaransemen lagu "Akad" untuk komposisi ukulele. Ia tampak mahir memainkan teknik fingerstyle-nya di instrumen dengan 4 senar tersebut...
Meskipun hanya 4 senar tapi, Sungha mampu memainkan keseluruhan lagu tanpa mengurangi nuansa atau melodi lagu aslinya. Seluruh lagu tersebut ia mainkan dengan tuning ukulele standar, seperti yang tertera di deskripsi video nya.

Semoga Sungha bisa menjadi inspirasi para musisi muda Indonesia khusus-nya gitaris fingerstyle akustik...

Nantikan terus berbagai artikel menarik, tips dan trik, berbagai chord lagu terbaru, berita musik dan gosip musik terbaru hanya di Guitarsquartz.net !!
Read More...

Fender Rilis Duff McKagan Deluxe Precision Bass Signature

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Duff McKagan sempat menggunakan beberapa bass, tapi ada satu bass yang menjadi ciri khasnya sejak GnR. Fender Precision Bass adalah senjata utama Duff selama berkarir sebagai pembetot bass rock.

Fender pun membuatkan bass signature series Fender Precision untuk Duff. Sebenarnya bass tersebut sudah ada selama beberapa tahun di line up produk Fender, tapi untuk tahun ini ada beberapa fitur tambahan yang disematkan di Fender Precision Duff McKagan Signature Series.


Diantaranya ada Hipshot Xtender pada senar E untuk memudahkan drop D. Kini ada hanya satu volume dan  satu TBX Tone Control buatan Fender, lengkap dengan toggle switch 3 way. Pickup bridge nya adalah Seymour Duncan Hot Jazz dan pickup necknya adalah Fender vintage P pickup.

Beberapa fitur yang tidak berubah adalah neck nya yang dicat hitam serta bentuk bodi Precision Bass.


Fitur baru yang paling mencolok adalah tambahan pickguard hitam serta block inlay di fretboardnya. Tampilan bass ini jadi sedikit lebih meriah dan elegan dibandingkan signature series sebelumnya. Tersedia dalam warna hitam dan putih, bass signature terbaru Duff McKagan ini adalah mesin rock and roll yang penuh gaya dan elegan.

Nantikan terus berbagai artikel menarik lainnya seputar news musik, tips dan trik, berbagai chord lagu terbaru hanya di Guitarsuartz.net !

Recommended Articles :

Andra Ramadhan Cover Lagu Foo Fighters + Umumkan Channel Youtubenya Joyo Luncurkan GEM Box III Tips Dan Cara Menggunakan Pedal Graphic EQ
Read More...

8 Gitaris Progresif Rock Dan Metal Terbaik

Guitarsquartz.net - Genre metal memiliki perkembangan yang menarik. Berbagai sub-genre muncul dan ikut meramaikan scene musik metal. Metal kini penuh dengan berbagai gitaris berbakat yang memiliki skill unik dan ikut menginspirasi generasi lain yang lebih muda.


Image by lucasphotography from Pixabay

Progresif Metal Dan Progresif Rock

Berbicara progresif metal maka juga harus melihat progresif rock. Aliran yang tumbuh berkembang di tahun 70-an ini, dipopulerkan oleh band-band seperti Rush, Yes, King Crimson, ELP, dan lainnya. Istilah progresif berarti menggabungkan berbagai pengaruh musik dan menciptakan musik baru. Progresif identik dengan kerumitan komposisi dan keahlian teknis para musisinya.

Progresif rock dan metal terus berkembang ke dalam berbagai sub genre seperti yang ada saat ini.


8 Gitaris Progresif Rock Dan Metal Terbaik
Langsung saja kita lihat 8 gitaris progresif rock dan metal saat ini. Beberapa diantaranya bisa saja gitaris favorit Anda.

Tosin Abasi

Animals As Leaders @ Euroblast 2016 63.jpg
By Grywnn - E bërë vet, CC BY-SA 4.0, Link

Tosin Abasi adalah idola gitaris prog metal era modern. Ia dikenal sebagai salah satu gitaris yang mempopulerkan gitar 8 senar. Keahliannya memainkan gitar mendapat pujian dari Steve Vai.

Kemahirannya memainkan gitar 8 senar ditunjukkannya dengan memainkan seluruh senar, bukan hanya senar rendahnya saja seperti kebanyakan gitaris djent metal. Ia juga bisa memainkan teknik finger style dan slap dengan sangat baik.

Bersama band nya Animals As Leaders ia memainkan musik progresif metal yang teknikal dan menderu. Ia juga memiliki band lain, TRAM yang lebih eksperimental dan jazz dibanding Animals As Leaders.

John Petrucci

Siapa yang tidak kenal dengan Mr Petrucci? Ia adalah salah satu gitaris progresif metal dari band progresif metal tersukses, Dream Theater.

Permainan alternate pickingnya yang super cepat dan presisi adalah part yang selalu dinantikan para penggemarnya. Ia juga turut mempopulerkan gitar 7 senar di metal, dan bersama brand Musicman ikut membesarkan salah satu gitar signature yang paling mudah dikenali.

Steven Wilson

SW-Blackfield-NYC.jpg
By Lrheath (talk) - self-made, CC BY-SA 3.0, Link

Bersama dengan Porcupine Tree, Steven telah membuat dirinya menjadi salah satu sosok yang disegani dalam dunia progresif rock. Komposisi musik Porcupine Tree sangat beragam, mulai dari psychedelic hingga metal.

Ia juga memiliki proyek solo dibawah namanya sendiri dengan orientasi lebih ke musik rock gitar. Proyek solo ini ia bentuk setelah 20 tahun lebih berkarya dengan Porcupine Tree.

Plini

Plini248 300x RG.jpg
By Raulongo - Own work, CC BY-SA 4.0, Link

Komposer dan gitaris asal Australia ini juga mendapat pujian dari dewa gitar Steve Vai karena kualitas permainannya.

Yang membedakan Plini dengan gitaris prog metal lainnya, adalah nuansa pop serta jazz yang digabungkan dengan metal. Musik Plini tidak dark dan kelam seperti umumnya tipikal prog metal, banyak lagu dengan tema riang dan optimis.

Tapi Plini tidak meninggalkan permainan gitar shred yang super cepat dan teknikal. Plini cocok untuk yang senang mendengarkan berbagai aliran musik selain metal.


Wes Hauch


Gitaris metal ini telah berada di beberapa band metal yang cukup disegani seperti The Faceless, Glass Casket, dan sekarang aktif di band Alluvial.

Permainannya agresif dan presisi dan sangat bersih walaupun memainkan riff-riff dan melodi tech death metal yang bertempo cepat. Sekarang bersama Keith Merrow ia membentuk band Alluvial dan aktif bermusik hingga saat ini.

Kemampuannya bermain gitar juga membuatnya dilirik Seymour Duncan. Ia memiliki sebuah pickup signature series bernama Seymour Duncan Jupiter.

Ron Jarzombek


Mungkin nama ini jarang terdengar, namun bagi penggemar gitar progresif metal nama Ron Jarzombek tidak asing lagi.

Ia dikenal lewat band nya, Spastic Ink yang menggabungkan fusion, rock, dan metal menjadi ramuan musik teknikal yang memuaskan. Sebelumnya ia juga sempat berada band Watchtower dan sudah pernah tur dan tampil di berbagai negara.

Ia juga memiliki beberapa album solo serta beberapa proyek band. Namun yang paling dikenal mungkin proyeknya bersama basisst Cannibal Corpse, Alex Webster, dan drummer metal Hannes Grossman.

Permainan gitarnya unik, kadang nyeleneh, tapi tetap tasteful dan sangat rapi. Teknik sweep pickingnya adalah salah satu yang terbersih (menurut saya).

Alex Lifeson

Alex Lifeson6.jpg
By Shipguy - Own work, CC BY-SA 3.0, Link

Alex Lifeson berasal dari generasi progresif rock yang senior. Ia bergabung dengan band Rush, sebuah power trio progresif fenomenal yang juga sudah memiliki penghargaan Rock and Roll Hall Of Fame.

Permainan gitarnya mungkin tidak secepat, gitaris lainnya di artikel ini. Tapi ia memiliki permainan sendiri yang mengangkat dan memberi ciri khas musik di Rush. Salah satu yang paling menonjol adalah permainan chord serta voicing-nya yang unik.

Bukan berarti ia tidak bisa solo gitar. Beberapa lagu seperti "Spirit Of The Radio" memperlihatkan skill shreddingnya yang tidak kalah dengan gitaris-gitaris lain..

Adrian Belew

Adrian Belew, live in Lisbon, 2017.jpg
By Mogwai73 - Adrian Belew Power Trio concert in Lisbon, CC BY-SA 4.0, Link

Gitaris ini bergabung dengan band progresif rock King Crimson pada tahun '81. Band tersebut dikenal dengan kultur musisi yang keras dan menuntut kesempurnaan. Pada akhirnya ia pun keluar dan memulai proyek solonya sendiri.

Ia juga aktif sebagai composer dan membuat musik tema untuk film, contohnya pada soundtrack film Piper (Pixar). Adrian adalah salah satu gitars yang mencoba menggabungkan teknologi masa depan seperti multi FX, amp modelling, laptop dengan berbagai peralatan sampling MIDI.

Permainan gitar nya sangat ekspresif dan ia salah satu gitaris yang mahir memainkan whammy bar dengan lihai. Ia masih rutin tur dan berkarya hingga saat ini.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya: 
5 Peralatan Yang Dibutuhkan Saat Membuat Cover Lagu 
Sungha Jung Mainkan Lagu "Akad" Dengan Ukulele!!


Ok, sampai disini dulu artikel singkat kita, semoga bisa menambah pengetahuan dan menginspirasi pembaca Guitarsquartz.net untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Nantikan terus berbagai berita musik ,tips dan trik, aksesoris gitar dan bass, serta berbagai chord lagu terbaru hanya di Guitarsquartz.net !!
Read More...

Paul Gilbert Rilis Video Klip Terbaru, "Havin' It"

Leave a Comment
Guitarsquartz.net - Karir Paul sebagai seorang musisi solo cukup produktif. Paul merilis video klip "Havin' It" yang diambil dari album terbarunya. Kali ini nuansa funk jazz ditampilkan Paul dalam aransemen lagu yang groovy.

Walau memiliki reputasi sebagai dewa gitar dan gitaris dari band virtuoso Mr Big, Paul Gilbert tidak ingin bersantai saja. Ia hampir selalu merilis album baru setiap tahunnya. Tahun ini ia merilis album solo terbarunya berjudul "Behold Electric Guitar".

Video klip ini memperlihatkan Paul bersama dengan beberapa teman musisi memainkan lagu bernuansa funk jazz. Paul Gilbert senang mengeksplorasi berbagai genre musik, walaupun ia sendiri dikenal sebagai gitaris rock. Beberapa album solonya memang lebih cenderung ke arah rock, walaupun kali ini Paul ingin mencoba sesuatu yang berbeda tampaknya.

Di sini tidak ada sweep picking atau tapping dengan high gain overdrive. Paul memainkan gitarnya dengan santai tapi tetap menggigit dan asik.
Jika tertarik memiliki album ini, bisa menghubungi Mascot Label Group : https://www.mascotlabelgroup.com/paul-gilbert

Nantikan terus berbagai artikel menarik, aksesoris gitar dan bass,  news musik, tips trik dan artikel hanya di Guitarsquartz.net !!

Baca Juga Berbagai Artikel Menarik Lainnya :
Menjaga Band Tetap Solid Dan Kompak
10 Aksesoris Gitar Unik Untuk GItaris
Read More...

Jordan Rudess Umumkan Album Solo Terbarunya, "Wired For Madness

Guitarsquartz.net - Salah satu pemain keyboard terbaik dunia, yang lebih kita kenal sebagai salah satu personil Dream Theater, telah merilis album solo terbarunya. Selain Jordan, ia mengundang beberapa teman musisi di album "Wired For Madness."

Album ini adalah album solo ke  nya. "Wired For Madnes", title track album ini menceritakan tentang manusia yang berevolusi menggabungkan diri dengan mesin, hingga akhirnya ia mulai kehilangan sisi kemanusiaan-nya.
Jordan Rudess (2964329900).jpg
By Kuba Bożanowski from Warsaw, Poland - Jordan Rudess, CC BY 2.0, Link

Walaupun title track tersebut memiliki cerita yang cukup dalam, menurut Jordan album ini bukanlah album konsep, seperti layaknya yang dibuat band progresif lainnya. Berbagai nuansa dihadirkan di "Wired For Madness" mulai dari rock, hingga blues. Tapi Jordan tetap menjamin nuansa progresif rock masih kental, hanya dengan atmosfir yang sedikit berbeda.

"Wired For Madness" juga mengundang beberapa musisi tamu seperti Joe Bonamassa, Guthrie Govan serta beberapa musisi lainnya termasuk teman band Jordan, John P dan James L dari Dream Theater.

Jordan tampaknya cukup sibuk. Baru saja merampungkan album "Mahandini" bersama Dewa Budjana, kemudian menyelesaikan album terbaru Dream Theater "Distance Over Time" dan akhirnya proyek solonya sendiri....

Info lebih lengkap tentang Jordan Rudess, silakan kunjungi : https://www.jordanrudess.com/


Full albumnya akan dirilis tanggal 19 April nanti lewat Mascot Label Group. Sementara itu kita bisa melihat preview dari title track "Wired For Madness Part 1" di Youtube.

Nantikan terus berbagai berita musik, tips dan trik, aksesoris gitar dan bass, dan berbagai chord lagu terbaru di Guitarsquartz.net !!

Baca Juga :
Video Musik Terbaru Dream Theater, "Untethered Angel"
Read More...

Nasib Linkin Park Di Tahun 2019 Dan Alat Music Pribadinya

Guitarsquartz.net - Semenjak tiadanya, Chester Bennington yang meninggal dunia pada bulan Juli 2017 yang lalu, nasib Linkin Park masih terombang-ambing tak jelas.hingga sekarang kini, nasib band bergenre metal ini makin terasa tidak jelas setelah lebih dari  sekitar 200 instrumen mereka akan segera dijual.
Nasib Linkin Park Di Tahun 2019 Dan Alat Music Pribadinya

Kabar yang beredar menyebutkan jika ratusan alat musik yang sudah pernah dipakai oleh para personel "Linkin Park" akan dijual pada tanggal 4 April 2019 waktu setempat. Penjualan akan dilakukan secara online lewat web milik "Techno Empire marketplace".

Baca juga artikel lainnya : Dj Snake & Zedd Berencana Merilis Lagu Terbaru Di Tahun 2019 

Berbagai instrumen yang telah menemani perjalanan karier Linkin Park sejak dulu siap berpindah tangan. dari mulai Gitar, keyboard, sampler, megaphone, dan koleksi lain Mike Shinoda cs akan dijual yang mana uang hasil dari penjualan itu akan didonasikan ke Entertainment Industry Foundation (EIF) yang dibangun oleh Linkin Park.

Nasib Linkin Park Di Tahun 2019 Dan Alat Music Pribadinya

Lalu Yamaha KX5 Keytar yang pernah dipakai tour Linkin Park akan dijual bersama banner yang dipakai untuk backstage signing. Ada pula Moog Etherwave Plus Theremin yang pernah dipakai Mike Shinoda dalam konser serta di MTV Music Awards 2010 silam.
Read More...

Awal Karir Musisi Cantik Nissa Sabyan

Guitarsquartz.net - Nama asli Khoirunnisa  atau  biasa di panggil sebagai "Nissa Sabyan" Lahir Tanggal 23 Mei 1999. Pasuruan, Daerah Jawa Timur, Indonesia genre gambus pekerjaan penyanyi
Instrumen atau Vokalis Di Tahun aktif 2017, 

Sampai sekarang anggota atau grup sabyan Instrumen bagian vokal, di umur 19 tahun Khoirunnisa adalah penyanyi gambus yang terbentuk dalam grup bernama musik "Sabyan", Sebagai vokalis. Nissa mulai dikenal publik karena Nissa sering menyanyikan ulang atau (cover) lagu-lagu yang bernuansa islamic dan juga salawat nabi. Video Nissa Sabyan klipnya telah ditonton jutaan kali oleh penggemarnya dan sering menjadi trending di Youtube.

Awal Karir Pribadi Nissa Sabyan

Nissa merupakan bagian dari group Sabyan dengan bakatnya bernyanyi Nissa Berposisi sebagai vokalis dari Sabyan Gambus karena Nissa memiliki paras imut dan suara merdu Nissa pun diajak salah satu personil Sabyan tersebut. Nissa lahir di Lumajang dan tinggal di Bandung hingga kelas 6 SD lalu kemudian lulus SD pindah ke Jakarta. Sesudah lulus dari SMP, Nissa masuk ke SMKN 56 Jakarta. Dari situlah awal karir Nisa yang baru memasuki usia 19 tahun pada 2018 ini bercita-cita ingin melanjutkan kuliah di jurusan musik. Namun saat ini Nissa ingin fokus pada grup musiknya terdahulu.

Perjalanan Grup Gambus Sabyan

Group Musik Sabyan Gambus awal mulai terkenal di depan  publik karena slalu membawakan lagu-lagu islamic hingga sholawat nabi, baik dengan menyanyikan ulang (mengcover) ataupun menyanyikan karya baru. Grup musik ini beranggotakan dari beberapa orang alumni pesantren yang berasal dari Ibukota Jakarta. Hingga sekarang ini, jutaan orang telah berlangganan di channel Youtube (Sabyan Official) yang mulai mengunggah video sejak 2017 lalu.

Sabyan Gambus Pertama kali Dibuat hanya untuk acara-acara pernikahan. Dan Personelnya terdiri dari Khoirunnisa alias Nissa (vokalis), Anisa Rahman (Vokalis dua), Ayus (Kibor), Kamal (pemain gendang), Tebe (Pemain biola) dan Sofwan (MC). Kumpulan lagu shalawat yang paling sangat populer dibawakan Nissa Sabyan Gambus, di antaranya adalah Ya Maulana, dan Deen Assalam, Ya Jamalu, Law Kana Bainanal Habib, Ya Habibal Qolbi, Rahman Ya Rahman, Ya Asiqol Musthofa, Ahmad Ya Habibi,Ya Taiba, Qomarun, Assalamualaika ya Rasulullah dan lainnya.

Grup Sabyan Gambus menjadi semakin viral karena setiap mengeluarkan video baru selalu jadi trending di youtube dan di industri music indonesia terkenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapure, Brunei Darussalam Dll. Penontonnya yang banyak hingga mencapai puluhan juta bukan hanya dari Indonesia saja melainkan juga dari luar negeri. Mereka Tampil berbeda, Group asal Jakarta ini mengambil tema musik gambus dari Timur Tengah. Dan Kemasan dan Aransemen yang lebih kekinian, menghadirkan musik gambus yang berbeda dan uniek.

Daftar Lengkap Lagu Album Nissa sabyan Terlengkap Dan Terbaru :
Nissa Sabyan - Ya Habibal Qolbi
Nissa Sabyan - Qomarun - Cover by Sabyan
Nissa Sabyan - Ahmad Ya Habibi - Sabyan Gambus
Nissa Sabyan - Rohman Ya Rohman - Sabyan
Nissa Sabyan - Ya Asyiqol Musthofa - Sabyan Gambus
Nissa Sabyan - Ya Jamalu - Cover Sabyan
Nissa Sabyan - Deen Assalam
Nissa Sabyan - Ya Maulana
Nissa Sabyan - Atouna El Toufoule (feat. Nagita Slavina)
Nissa Sabyan - Allahumma Labbaik

Album Terbaru 2018
Nissa Sabyan Ft Anisa - Atouna El Toufoule
Nissa Sabyan - Assalamu'alaik
Nissa Sabyan - Ibu
Nissa Sabyan - Mauju Qolbi
Nissa Sabyan - Muhammad Ibni Abdillah
Nissa Sabyan - Qomarun
Nissa Sabyan - Roqqota Aina
Nissa Sabyan - Tum Hi Ho
Nissa Sabyan - Wana Bein Ideik
Nissa Sabyan - Ya Asyqol
Nissa Sabyan - Ya Wahishi
Nissa Sabyan - Ahmad Ya Habibi
Nissa Sabyan - Akad (Payung Teduh)
Nissa Sabyan - Ana Uhibbuka Fillah
Nissa Sabyan - Asal Kau Bahagia
Nissa Sabyan - Barakallah
Nissa Sabyan - Deen ASSalam
Nissa Sabyan - Law Kana Bainanal Habib
Nissa Sabyan - Rohman Ya Rohman
Nissa Sabyan - Tanah Air Indonesia
Nissa Sabyan - Ya Habibal Qolbi
Nissa Sabyan - Ya Thoybah

Read More...

Stevie Ray Vaughan - Gitaris Berbakat Sepanjang Masa Yang Di Kenal Dunia

Profil Gitaris Stevie Ray Vaughan - Gitaris Berbakat Sepanjang Masa Yang Di Kenal Dunia

Berikut adalah ulasan tentang Profil Gitaris Stevie Ray Vaughan - Gitaris Berbakat Sepanjang Masa Yang Di Kenal Dunia
Guitarsquartz.net Gitar menjadi salah satu alat musik yang mampu melengkapi banyak genre musik sehingga digemari oleh banyak musisi. Dengan adanya gitar juga melahirkan gitaris-gitaris berbakat dunia. Berbagai nama mulai dari Jimi Hendrix, Joe Satriani, Jimmy Page, Herman Lie, hingga Steve Vai meraih karir yang cemerlang sebagai gitaris. Dalam profil gitaris Stevie Ray Vaughan kali ini akan membahas salah satu gitaris yang sudah mangkat yang memiliki karir cemerlang sebagai gitaris. Berikut profil lengkapnya.
Kehidupan Awal Stephen Ray Vaughan
Stephen Ray Vaughan lahir di Dallas, Texas pada 3 Oktober 1954. Ayahnya merupakan seorang veteran tentara yang keluar dari sekolah menengah atas karena harus bergabung dengan pasukan tentara. Ia memiliki satu kakak laki-laki yaitu Jimmie Ray Vaughan.
Ia sempat mengalami kekerasan oleh ayahnya yang seorang pecandu alkohol. Hal tersebut membuat Vaughan sempat merasa trauma dan menjadi seorang anak yang pemalu. Ayahnya sendiri meninggal tepat empat tahun sebelum dirinya meninggal.
Ia memulai ketertarikannya pada gitar pada saat usianya 7 tahun. Saat itu ia terinsipirasi oleh kakak laki-lakinya Jimmie yang juga bermain gitar. Alat musik pertama yang ia mainkann adalah drum dan saksofon.
Hingga ulang tahunnya yang ke- 7, ia mendapatkan hadiah gitar sebagai hadiah ulang tahunnya. Stephen berlatih secara otodidak dan mendengarkan beberapa musisi blues dan rock yang kemudian menginspirasiny dalam bermusik.
Band pertamanya bertajuk Chantones pada tahun 1965. Namun ia kemudian memutuskan keluar ketika mengikuti kontes dan bandnya tidak diperbolehkan memainkan lagu Jimmy Reed secara penuh.
Ketertarikannya pada musik menjadikannya tidak fokus menjalani sekolah hingga ia akhirnya keluar dari sekolah menengah atas dan mengejar impiannya menjadi gitaris. Ia mulai bermain di banyak gigs pada masa mudanya sebelum profil gitaris Stevie Ray Vaughan dikenal lebih jauh. Ia bermain sebagai gitaris di grup Cobras hingga tahun 1977. Pada saat itu karirnya masih belum konsisten dan lebih banyak bermain untuk gigs.
Perjalanan Karir Stephen Ray Vaughan
Setelah menjadi gitaris sesi, ia membentuk band yang ia sebut sebagai Triple Threat Revue yang kemudian ia ganti namanya menjadi Double Trouble. Ia mulai terkenal ketika tampil di Montreux Jazz Festival pada tahun 1982. Debut albumnya yang berjudul Texas Flood berhasil menduduki posisi 38 tangga lagu pada tahun 1983 dengan menjual lebih dari setengah juta kopi. Semenjak penampilannya, ia pun makin dikenal dan profil gitaris Stevie Ray Vaughan semakin solid di kancah permusikan dunia. Ia sempat berkolaborasi dengan beberapa gitaris dan juga menjadi headline beberapa tur band.
Penyebab Kematian Stephen Ray Vaughan
Karir bermusiknya bisa dibilang singkat namun membekas karena bakat dalam bermain gitar menjadikannya salah satu musisi terbaik dunia. Karirnya berakhir saat oa terlibat dalam kecelakaan helikopter pada 27 Agustus 1990. Ia bersama kru tur Eric Clapton menaiki helikopter menuju Midway International Airport setelah menyelesaikan penampilannya di Alpine Valley Music Theatre. Ia sebenarnya sudah dijadwalkan kembali ke Chicago, namun Stephen memutuskan untuk kembali ke Chicago lebih cepat. Helikopter yang ia naiki sayangnya menabrak tak lama setelah terbang. Kecelakaan ini menewaskan semua penumpang termasuk Vaughan sendiri.
Meskipun karirnya singkat dan kematiannya tragis, terlebih ia meninggal 36 hari sebelum berulang tahun ke 36, namun profil gitaris Stevie Ray Vaughan tetap dikenang sebagai salah satu musisi terkenal di Amerika Serikat.
Read More...

Profil Gitaris Herman Lie Sosok Gitaris Legendaris Rocker Dunia

Guitarsquartz.net - Bermain gitar menjadi kegemaran banyak orang di dunia. Tak hanya merdu namun bermain gitar juga menjadi salah satu ekpresi seni dalam mengembangkan karya. Salah satu gitaris ternama dunia ialah Herman Lie. Siapakah Herman Lie? Pads profil gitaris Herman Lie kali ini akan membahas profil lengkap Herman Lie dan juga perjalanan karir Herman Lie.

Profil Gitaris Herman Lie Sosok Gitaris Legendaris Rocker Dunia


Berikut ulasan profil dari Herman Lie untuk penggemar gitar yang terinspirasi darinya.


Kehidupan Awal Herman Lie


Herman Lie merupakan warga Inggris keturunan Cina yang lahir pada tanggal 3 Oktober 1976. Ia lahir di Hongkong dan sempat tinggal disana hingga pindah ke Inggris pada saat usianya menginjak dewasa.

Berada di dua negara berbeda dengan kultur metropolitan tidak menyurutkan niat sang gitaris untuk belajar lebih giat dengan alat musik gitar dan membangun profil gitaris Herman Lie. Tak hanya itu, Herman Lie juga mampu menggunakan dua bahasa yaitu Cantonese dan juga Bahasa Inggris.

Perjalanan Karir Herman Lie

Semenjak memiliki ketertarikan dengan gitar, Hetma Lie kemudian mencari media untuk mengekspresikan kemampuan bermusiknya. Ia juga dikenal memiliki keunikan yaitu menirukan suara dari permainan-permainan komputer dan juga permainan portabel.

Karirnya meningkat dan profil gitaris Herman Lie semakin dikenal saat ia bergabung dengan band yang juga nominee Grammy Awards yaitu DragonForce. Di band DragonForce ia berperan sebagai gitaris dan pencipta lagu yang membawa sukses bandnya. 

Ia juga menjadi inspirasi banyak gitaris oleh karena teknik finger style nya yang mumpuni sehingga banyak yang mempelajari lagu DragonForce untuk menguasai teknik bermain gitarnya.

Beberapa album yang telah dikeluarkan oleh DragonForce seperti Human Rampage, Valley of The Damned, Reaching into Infinity, The Power Within, Maximum Overload, dan lain-lain. DragonForce berhasil menjadi salah satu band metal sukses dunia.

Gaya Bermain Herman Lie


Herman Lie dikenal dengan teknik finger style nya yang unik. Ia menguasai aransemen lagu dengan menggunakan jari dan juga kemampuannya menjadikan gitar pelengkap lagu yang makin memperindah melodi lagu.

Menurutnya dalam bermain gitar itu penting untuk mengenal gitar lebih dalam agar tahu bagaimana memainkannya dengan benar. Setiap gitar tidak bisa disamakan dengan teknik bermain yang sama. Oleh karena itu, teknik finger style nya pun makin unik ditambah dengan inovasi teknologi terbarunya yaitu EGEN.

Baca Juga : Gitaris Joe Satriani - Gitaris Rock Populer Amerika

Seperti diketahui sebelumnya, Herman Lie sangat tertarik dengan teknologi. Ia beberapa kali mengkover suara suara dari games komputer. Ia kemudian merasa bahwa suara yang dihasilkan oleh gitar dapat dikembangkan lagi yaitu dengan menambah teknologi yang dinamakan EGEN.

EGEN merupakan program komputer yang ia dan timnya sengaja ciptakan untuk meningkatkan kualitas permainan gitar. Dengan teknologi EGEN, hasil suara gitar menjadi lebih bervariasi dan juga menarik dibandingkan dengan permainan gitar konvensional.

Selain akif di DragonForce, Herman Lie juga membangun profil gitaris Herman Lie dengan turut serta dalam proyek peningkatan teknologi dalam bermusik. Hal ini menjadikan Herman Lie seorang gitaris yang versatile dengan minat akan teknologi yang tinggi.

Herman Lie berhasil memenangkan beberapa penghargaan atas karirnya menjadi gitaris. Ia dua kali dinobatkan menjadi gitaris terbaik di penghargaan Metal Hammer’s Golden Gods ‘Best Shredder’. Ia juga memenangkan empat kategori pada Guitar World Reader Poll.

Diluar karirnya bersama DragonForce, ia juga berkolaborasi dengan beberapa gitaris kenamaan seperti Joe Satriani, Paul Gilbert, Steve Vai, dan juga gitaris hebat lainnya. Dengan keaktifannya di dunia musik, profil gitaris Herman Lie di 2018 pun makin dikenal.
Read More...

Profil Gitaris Joe Satriani - Gitaris Rock Populer Amerika


joe satriani
Profil Gitaris Joe Satriani - Gitaris Rock Populer Amerika
Guitarsquartz.net - Amerika menjadi salah satu negara yang memiliki banyak gitaris berpengaruh terutama pada aliran rock. Salah satunya ialah Joe Satriani. Joe Satriani merupakan gitaris rock instrumental yang terkenal dengan teknik bermain gitar yang baru dan memiliki teknik yang mampu membuat kagum banyak orang.
Pada profil gitaris Joe Satriani kali ini akan membahas awal karir hingga kehidupan gitaris populer Amerika Serikat yang satu ini.
Kehidupan Awal Joe Satriani
Joe Satriani lahir pada 15 Juli 1956 di Westbury Newyork. Ia memiliki darah keturunan Italia dari keluarganya yang merupakan imigran. Awalnya Joe Satriani tidak berpikir untuk serius mebgeja karir sebagai gitaris. Hingga saat usianya 15 tahun, ia mendengar kabar kematian Jimi Hendrix, salah satu gitaris yang populer pada waktunya. Saat mendengar kabar tersebut, Joe Satriani menemui pelatih futbal dari timnya dan memutuskan berhenti menjadi atlit untuk mengejar karir sebagai gitaris.
Pada tahun 1974, Satriani belajar bermain gitar dengan seoranf gitaris jazz, Billy Bauer dan pianis Lennie Tristano. Lennie Tristano menjadi tokoh yang mendorong Satriani untuk terus menekuni belajar bermain gitar hingga cukup mahir untuk mengajari gitaris lain.
Karir Mengajar Joe Satriani
Tidak seperti gitaris lainnya yang berambisi langsung menciptakan musik secara komersil atau membentuk band, Joe Satriani memilih memulai karirnya sebagai seorang guru gitar pada tahun 1978. Tak main-main, banyak dari muridnya menjadi musisi terkenal yang membuat profil gitaris Joe Satriani dihormati oleh banyak musisi dunia. Beberapa murid Joe Satriani antara lain adalah Kirk Hammett dari grup band terkenal Metallica, David Bryson dari Counting Crows, Kevin Cadogan dari Third Eye Blind dan masih banyak lagi.
Karena dia lah yang menciptakan banyak gitaris berbakat, nama Joe Satriani sangat dihormati oleh banyak gitaris, menunjukkan kemapuan bermain gitar Satriani yang tidak diragukan lagi.

Karir Musik Joe Satriani
Setelah menjadi instruktur gitar, Joe Satriani memulai karirnya sebagai musisi dengan bergabung di band Squares. Ia kemudian di ajak oleh Grek Kihn Band yang meskipun sedang terpuruk dalam karirnya namun mampu membantu Satriani membayar hutang pembuatan album pertamanya Not on This Earth.
Pada tahun 1987 merupakan awal profil gitaris Joe Satriani mulai diketahui khalayak umum lewat album keduanya Surfing with The Alien. Lagunya memuncaki tangga lagu radio dan merupakan lagu instrumental pertama yang meraih posisi tinggi dalam tangga lagu.
Lagu utamanya yaitu Crushing Day pada album ini juga menjadi soundtrack film It Takes Two. Selanjutnya pada tahun 1988, Satriani merilis album Dreaming #11 dan juga membantu album dari salah satu muridnya yang saat itu berada pada grup Possessed.
Pada tahun 1989, Joe Satriani merilis album yang terinspirasi dari kematian ayahnya yang bertajuk Flying in A Blue Dream. Salah satu lagu dari album ini yaitu One Big Rush menjadi soundtrack film Say Anything.
Pada tahun 2008 ia sempat menuntut Coldplay untuk lagu mereka Viva La Vida. Ia berpikir band ini mengambil elemen substansial dari lagunya If I Could Fly. Meskipun begitu, dari pihak Coldplay menolak dan akhirnya ada kesepakatan di antara dua pihak untuk menyelesaikan perkara ini.

Terbukti profil gitaris Joe Satriani memiliki pengaruh terhadap gitaris-gitaris besar lainnya di dunia yang menjadikan ia inspirasi dalam bermain musik. Hingga kini Joe Satriani tetap berkarir dan mengeluarkan musik ciptaannya sendiri.
x
Read More...

Profil Gitaris Jimi Hendrix

Leave a Comment
Gitar menjadi salah satu alat musik terpopuler di dunia. Tak hanya itu, banyak gitaris populer dan legendaris yang menginspirasi musisi di seluruh dunia dan menarik lebih banyak orang yang berminat untuk menjadi gitaris. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas profil gitaris Jimi Hendrix dan juga perkembangan karirnya. Jimi Hendrix merupakan gitaris populer yang banyak menginspirasi para musisi saat ini.  Simak tentang deskripsi profil Jimi Hendrix berikut ini.

Kehidupan Awal Jimi Hendrix
Jimi Hendrix lahir pada 27 November 1942 dengan nama asli Johny Allen Hendrix. Ia lahir di Seattle dan besar bersama keluarganya. Ia pertama bermain gitar pada umur 15 tahun. Namun saat itu Jimi Hendrix belum memutuskan untuk sepenuhnya menjalani karir sebagai gitaris.


Pada tahun 1961 ia masuk ke dunia militer sebagai trainee dan kembali dengan penghargaan di tahun berikutnya. Meskipun memiliki prospek yang bagus untuk merintis karir di dunia militer, Jimi Hendrix kembali ke passion awalnya sebagai gitaris dengan aliran musik  rock.

Karir Awal Jimi Hendrix
Awal karir Jimi Hendrix bermula dengan mengikuti gig dan menjadi pemain gitar backing beberapa band hingga tahun 1965. Pada tahun 1966 ia memutuskan untuk pindah ke Inggris. Di Inggris, ia bertemu dengan beberapa musisi yang kemudian menjadi rekan bermainnya.

Di Inggris, karirnya meningkat lebih dahulu dibandingkan dengan di negara asalnya, Amerika Serikat. Beberapa rilis musik yang ia produksi meraih sukses besar di Inggris seperti The Jimi Hendrix Experience, Hey Joe, Purple Haze, dan The Wind Cries Mary.

Nama Jimi Hendrix makin populer di Amerika Serikat pada tahun 1967 dan 1968 dengan pada album ketiga dan terakhirnya yaitu Electric Ladyland. Sebelumnya ia tampil di Monterey Pop Festival yang kemudian menjadikannya banyak dikenal oleh penggemar musik Amerika Serikat.

Puncak Karir Jimi Hendrix
Pada jangka karirnya yang singkat, Jimi Hendrix mampu meraih sukses dengan albumnya Electric Ladyland yang berhasil menduduki tangga lagu nomor satu di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga berhasil menjadi pemain gitar dengan bayaran termahal hingga masuk di headline koran Amerika Serikat.

Musik yang ia ciptakan memiliki kombinasi antara hard rock dengan eletrical blues. Kemampuan bergitarnya mampu menciptakan efek amplifier yang tidak menarik menjadi sesuatu yang enak di dengar. Dengan skillnya yang mumpuni, meskipun karirnya singkat, namun ia berhasil menjadikan gitaris berpengaruh pada dunia permusikan dunia.

Dalam karirnya yang singkat, Jimi Hendrix telah mendapatkan sejumlah penghargaan seperti Performer of The Year oleh Rolling Stone, Pop Musician of The Year oleh Melody Maker pada tahun 1967. Ia juga meraih penghargaan World Top Musician oleh Disc and Echo pada tahun 1969 dan juga penghargaan lainnya. Kemampuannya mengubah efek amplifier menjadi pemanis permainan gitarnya menginspirasi girari elektrik dunia yang membuatnya sangat berpengaruh.

Kematian Jimi Hendrix
Karir Jimi Hendrix yang melesat sayangnya harus berakhir dengan cepat pada usianya yang baru 27 tahun. Jimi Hendrix belum genap berusia 28 tahun ketika ia mengalami asphyxia. Asphyxia adalah keadaan dimana korban menelan kembali muntahan saat tidur sehingga mengalami gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen. 

Sebelumnya ia menelan obat tidur sang kekasih sebanyak 9 pil yang 18 kali melebihi dosis yang dianjurkan. Karena keracunan obat ini saat tidur, posisi tidur Jimi Hendrix menjadikannya gagal mengeluarkan muntahan dari keracunan sehingga menghentikan pernapasannya.

Meskipun meninggal pada usia muda, gitaris Jimi Hendrix tetap dikenang dan menjadi salah satu gitaris paling berpengaruh di dunia.

Read More...

Profil Gitaris Jimmy Page - Gitaris Legendaris Dunia

Leave a Comment
Dunia permusikan juga populer dengan berbagai tokoh musisi yang memberikan pengaruh kepada para musisi dan banyak pula yang menginspirasi banyak musisi musisi muda yang ingin meniti karir di dunia musik.


Salah satu gitaris populer adalah Jimmy Page. Jimmy Page merupakan salah satu gitaris populer di dunia. Tak hanya itu, Jimmy Page juga telah menginspirasi banyak gitaris muda. Berikut profil gitaris Jimmy Page mulai dari karir awal dan pengembangannya.

Kehidupan Awal Jimmy Page
Jimmy Patrick Page adalah nama lengkap gitaris yng satu ini. Ia lahir pada 9 Januari 1944 di Heston, Inggris. Meskipun keluarganya tak ada yang memiliki latar belakang musisi, Page menunjukkan bakat pada bidang ini. Pada umur12 tahun ia mulai belajar bermain gitar.

Ia mengaku pada zamannya, tak banyak gitaris di lingkungannya. Ia pertama kali belajar bermain gitar dari gitaris yang ia temui di sekolah. Setelah belajar beberapa dasar bermain, Jimmy Page mengembangkan bakatnya sendiri dengan belajar bermain gitar melalui lagu-lagu yang ia dengarkan.
Sejak saat itulah Jimmy Page mulai menuangkan waktu untuk menjadi gitaris profesional dunia. Meskipun awalnya seperti yang tertuang pada profil gitaris Jimmy Page sempat ingin menjadi ahli biologi untuk menemukan obat kanketr,pada akhirnya Page meninggalkan sekolahny untuk mengejar karir di bidang musik.

Awal Karir Jimmy Page
Awal karir Jimmy Page sebagai gitaris bermula dengan mengamen dan bermain di tempat-tempat umum. Menurutnya, tidak mudah untuk menemukan musisi lain yang bisa ia ajak bermain musik secara reguler yang memang menjadikan musik sebagai karir.

Jimmy Page berkarir dengan Neil Christian yang mengajaknya dalam tur. Selama dua tahun Jimmy Page mengikuti tur Neil Christian dan sempat muncul pada single nya yaitu The Road to Love.
Sayangnya selama tur, Jimmy Page mengalami sakit yang cukup parah yaitu terkena penyakit demam glandular yang menular. Semenjak itu ia berhenti sejenak bermusik dan mulai melukis.

Selama 18 bulan ia memutuskan untuk melukis hingga akhirnya kembali berkarir sebagai gitaris. Ia telah tampil dengan banyak musisi dan bertemu gitaris ternama seperti Eric Clapton. Setelah mendampingi banyak artis pada banyak gigs, ia akhirnya membentuk band yang juga membesarkan namanya yaitu Led Zeppelin.

Karir Jimmy Page Bersama Led Zeppelin
Jimmy Page merupakan salah satu pendiri grup band legendaris ini. Grup ini beranggotakan Jimmy Page, Robert Plant sebagai vokalis, John Bonham sebagai drummer, dan John Paul Jones sebagai bassist. 

Dengan Led Zeppelin, ia meraih sukses dengan menjadikan bandnya grup kedua dengan penjualan terbaik sepanjang masa di Amerika Serikat, setiap lagu yang mereka keluarkan selalu menjadi nomor satu di Billboard.

Tak hanya itu, gitaris Jimmy Page menjadi penyetir band dengan menjadi pencipta lagu yang kemudian menjadi faktor mengapa grup ini begitu populer. Dengan lebih dari 111 juta kopi album yabg bersertifikat RIAA, Led Zeppelin menjadi salah satu grup legendaris dunia.

Lagu mereka, Stairway to Heaven menjadi salah satu lagu wajib yang harus dimainkan oleh setiap gitaris pemula karena memiliki kunci nada yang sangat membantu dalam belajar bermain gitar. Jimmy Page sebagai salah satu penggerak band pun makin dikenal dan menjadi inspirasi banyak gitaris di dunia. Led Zeppelin bubar setelah salah satu personilnya, John Bonham meninggal pada tahun 1980.

Jimmy Page sempat tak ingin menyentuh gitar karena terpukul dan berduka dengan kematian Bonham. Setelah Led Zeppelin berakhir, Jimmy Page mulai bermain gitar lagi pada tahun 1981 dengan berbagai proyek hingga sekarang.

Read More...

Profil Gitaris Paul Gilbert

Leave a Comment
Dengan semakin berkembangnya dunia musik, semakin banyak musisi yang naik daun karena kemampuannya. Tidak hanya vokalis yang menjadi topik utama, namun juga gitaris dengan skil yang mampu membuat banyak orang kagum.

Paul Gilbert

Salah satu gitaris yang berhasil meraih nama di kancah internasional adalah Paul Gilbert. Paul Gilbert merupakan gitaris kenamaan yang populer dengan skillnya yang mumpuni. Oleh karena itu, banyak yang mencari profil gitaris Paul Gilbert. Berikut profil singkat Paul Gilbert untuk para penggemar gitaris yang satu ini.

Kehidupan Awal Paul Gilbert
Seorang Paul Gilbert lahir pada tanggal 6 November 1966 berkebangsaan Amerika  Serikat dan memiliki ketertarikan dengan musik sejak usianya masih belia. Hal tersebut menjadikan Gilbert memiliki semangat untuk meniti karir di dunia musik terutama instrumen gitar.
Dengan keuletannya dalam bermain gitar ia kemudian membentuk sebuah band dengan aliran musik hard rock/heavy metal bernama Mr. Big.

Paul Gilbert Bersama Band Mr. Big
Mr. Big dibentuk pada tahun 1988 dan meraih kesuksesan di Jepang. Hingga pada tahun 1991 barulah Mr. Big mulai populer di Amerika Serikat dan mendapatkan pengakuan disana. Album kedua Mr. Big yang bertajuk Lean Into It sukses dipasaran dengan single balladnya yang berjudul To Be With You memuncaki tangga lagu Billboard dan menjadi lagu #1 paling banyak di putar di radio.

Sejak saat itulah profil gitaris Paul Gilbert mulai diakui oleh kalangan musisi dan fans Mr. Big. Karir Paul Gilbert di Mr. Big berlanjut hingga tahun 1996 ketika Paul Gilbert akhirnya memutuskan untuk berkarir solo dan merilis lagu tanpa bandnya.

Paul Gilbert Bersama Racer X
Meskipun Mr. Big yang membawa Paul Gilbert ke dalam pengakuan akan kemampuannya dalam bergitar, Paul Gilbert juga tergabung dengan band bernama Racer X. Band Racer X dibentuk pada tahun 1985 yang artinya band ini dibentuk lebih awal daripada Mr. Big. Pada band ini Gilbert juga memasukkan salah satu muridnya yaitu Bruce Bouillet yang mampu mengusai teknik bermain gitarnya.

Paul Gilbert membubarkan band ini pada tahun 1988 ketika ia membentuk Mr. Big namun membentuknya kembali pada tahun 1996. Pada tahun ini Paul Gilbert telah mendapatkan pengakuan sebagai gitaris tercepat dunia sehingga beberapa single yang dikeluarkan band ini sukses di pasaran.
Tak hanya itu, band ini juga menguatkan posisinya di Jepang yang memang telah terlebih dahulu mengakui kemampuan bergitar Paul Gilbert yang mumpuni. Dengan karir bandnya yang meningkat, maka profil gitaris Paul Gilbert pun semakin banyak yang tahu.

Kehidupan Pribadi Paul Gilbert
Di usianya yang ke 52, kini Paul Gilbert tinggal dengan istri keduanya yaitu Emi Gilbert yang baru saja melahirkan anak mereka pada tahun 2014. Sebelumnya Paul Gilbert menikah dengan Patricia Patterson dari tahun 1993 hingga 1998.

Setelah berkarir dengan Mr. Big, Racer X dan juga solo karirnya, Paul Gilbert tetap menghasilkan karya-karya yang membuat banyak gitaris kagum pada kemampuannya. Trek solo Paul Gilbert lebih ringan dibandingkan dengan trek bandnya yang cenderung ke aliran heavy metal sedangkan karya solonya lebih ke hard rock.

Kini profil gitaris Paul Gilbert dikenal sebagai gitaris tercepat di dunia dengan permainan gitarnya seperti pada trek Sacrified, Frenzy dan Technical Difficulties. Namanya pun menjadi inspirasi para gitaris muda yang ini memiliki kemampuan seperti Paul Gilbert.

Read More...