IBX5981FE7FCD958 Tips Cara Setting Multiefek Gitar dan Bass

Tips Cara Setting Multiefek Gitar dan Bass

Guitarsquartz.net- Selain efek stompbox, kita juga bisa mendapatkan sound yang maksimal dari multiefek digital. Multi efek yang saya maksud adalah multi efek kecil dengan harga yang terjangkau, seperti buatan Vox, Zoom, Korg atau Line 6 keluaran lama.

Multi efek sering dipandang sebelah mata karena dianggap soundnya kurang oke atau kalah dengan stompbox. Sebenarnya multi efek saat ini sudah cukup bagus kualitas suaranya. Tapi tidak peduli apapun multiefeknya, yang penting adalah cara setting multi efek tersebut untuk mendapat sound yang kita inginkan.

Mari kita langsung lihat saja cara setting multi efek agar kita bisa mendapatkan sound yang maksimal dari multi efek apapun.


1. Signal Chain
Setiap multi efek memiliki signal chain nya sendiri. Signal chain merupakan urutan efek dari kabel gitar hingga ke amplifier atau mixer. Memahami urutan signal chain akan sangat membantu dalam membuat preset yang sesuai dengan kebutuhan sound kita. Ini adalah contoh dari signal chain Korg AX-5G dan Vox Stomplab IIB.

 PRE FX---> DRIVE/AMP-----> CABINET -----> NOISE REDUCTION-----> VOLUME PEDAL ---->MOD-----> DELAY/REVERB

Seperti yang bisa kita lihat, baik Vox maupun Korg memiliki signal chain yang fixed alias tidak bisa dirubah. Dengan demikian tidak masalah jika kita memilih efek manapun karena sudah ditempatkan sesuai dengan kategorinya.

Namun ada beberapa jenis multi efek yang mengharuskan kita memahami basic dasar urutan efek. Zoom B1XOn atau G1Xon misalnya, tidak memiliki signal chain yang spesifik. Hanya blank saja, dan terserah kita untuk memilih dan menempatkan efek dimana saja. Contoh urutan penempatan efek bisa dilihat diatas atau di artikel ini. Penempatan efek yang tepat akan menghasilkan sound yang maksimal juga, jadi perhatikan multi efek yang akan kita gunakan terutama pada signal chainnya.

Salah satu multi efek legendaris buatan Korg


2. Jenis Output
Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan karena tidak membaca manual. Hampir semua multi efek memiliki pilihan jenis output. Biasanya ada 3, yaitu 'headphone', 'amp', atau 'mixer'. Secara default, pilihan output pada semua multi efek adalah 'amp'.

Perbedaan ketiga jenis di atas adalah pada level sinyal serta agar multiefek memiliki sound yang bagus baik untuk keperluan headphone, colok langsung ke mixer, atau ke input ampli.

Jenis output ini bisa kita gunakan sesuai kebutuhan. Bila kebetulan harus langsung masuk mixer, maka jenis output kita set ke 'mixer'. Untuk ke amplifier maka output di set ke 'amp'. Untuk mengubah pilihan output bisa kita temukan di menu atau options pada multiefek.

Perlu diperhatikan, ketika output berada di mode 'mixer' atau 'line', atau 'headphone' , sebaiknya tidak di colok ke amplifier karena dikhawatirkan dapat merusak amplifier.

Multi efek buatan Vox, Stomplab 1G

3. Simulator Cabinet dan Amplifier
Bila kita menggunakan multi efek yang dicolok ke amplifier, maka sebaiknya tidak perlu mengaktifkan cabinet dan amp simulator. Namun jika langsung ke mixer dari multi efek, maka cabinet dan ampli simulator wajib digunakan.


Apa pengaruh dari menggunakan cabsim dan ampsim ketika dicolok ke amplifier? Kemungkinan besar akan sound akan 'mendem' atau tumpul. Begitu juga ketika menggunakan multi efek langsung ke mixer tanpa mengaktifkan amp atau cabsim, suaranya akan sember dan kasar.

Untuk menghilangkan cabinet atau amp simulator, kita cukup membuka settingan preset lalu amp dan cabsim kita set di posisi 'bypass'

4. Penempatan Preset
Multi efek biasanya dilengkapi dengan dua footswitch untuk berganti preset. Ada juga yang dilengkapi tiga atau lebih footswitch, seperti Zoom G3X atau G5 misalnya. Namun kali ini kita khusus membahas untuk yang 2 footswitch.

Dengan jumlah footswitch yang hanya 2 ini memang tidak cukup fleksibel jika kita membutuhkan lebih dari dua preset sound.

Preset multi efek biasanya ditandai dengan angka 1,2,3...dst atau kombinasi huruf angka seperti pada multi efek Zoom, A0, A1,A2....A9, B0, B1, B2,......dst. Footswitch yang ada hanya bisa untuk up dan down preset saja.

Untuk dua sound tidak masalah, cukup menempatkan dua preset sound secara berdekatan. Misalnya sound overdrive di A0 dan sound modulasi di A1. Contohnya di bawah ini.

A0                 A1
overdrive    chorus/delay

atau

     1                     2
overdrive      chorus/delay


Lalu bagaimana jika kita membutuhkan lebih dari dua sound? Maka kita bisa mengatur penempatan preset sesuai dengan kebiasaan kita menggunakan efek. Contohnya seperti dibawah ini.

10 11 12
eq+chorus dist+boost od+delay+boost
(clean) (ritem) (lead/solo)

Berpindah dari sound clean ke ritem tinggal menginjak footswitch 'up', atau dari ritem ke solo juga tinggal menginjak footswitch 'up' satu kali. Bagaimana jika kita ingin berpindah dari clean langsung ke lead? Maka kita membutuhkan dua kali injakan 'up'. Masih bisa dilakukan dengan cepat, namun agar perpindahan lebih cepat lagi, preset bisa kita tempatkan seperti di bawah ini.


9 10 11 12
od+delay+boost eq+chorus dist+boost od+delay+boost
(lead/solo) (clean) (ritem) (lead/solo)

Preset '12' kita copy dan paste ke preset no '9'. Sehingga tinggal menekan footswitch 'down' kita bisa langsung berpindah ke preset untuk sound solo gitar/bass. Atau bisa juga kita balik posisi ritem dan clean nya seperti dibawah ini. Biasanya untuk sound gitar rock yang dominan ritem dan lead saja.

9 10 11 12
od+delay+boost dist+boost eq+chorus od+delay+boost
(lead/solo) (ritem) (clean) (lead/solo)

Urutan preset diatas sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kebanyakan gitaris. Untuk sound lebih dari 3, sebaiknya kita menggunakan multi efek yang dilengkapi dengan BANK switch atau 3 footswitch.

5. EQ
EQ termasuk jarang digunakan dalam preset multi efek, padahal eq sangat penting untuk membentuk sound yang kita inginkan dalam masing-masing preset. EQ disini bukan eq pada amp simulator, tapi EQ dalam stompbox. Sayangnya tidak semua multi efek memiliki eq terpisah. Beberapa yang memiliki simulasi EQ stompbox adalah Zoom dan Digitech.

Contoh eq pada multi efek
EQ sebaiknya ditempatkan paling akhir di signal chain multi efek. Bila preset kurang bass atau terlalu banyak mid, kita tinggal menggunakan EQ pedal tersebut.  Intinya mengatur hasil akhir preset dengan EQ.

Ok sampai disini dulu tips setting multi efeknya, sampai bertemu lagi di berbagai artikel menarik hanya di Guitarsquartz.net.