Memahami Urutan Penempatan Efek Gitar Yang Benar

Leave a Comment
Guitarsquartz.net – Gitar dan efek adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Gitaris atau basis pada suatu titik akan memiliki keinginan untuk mencari ruang untuk memperluas kreatifitasnya. Sound gitar sendiri sangat jarang hanya terdiri dari sound clean saja.



Ada berbagai jenis efek gitar, mulai dari overdrive, distorsi, modulasi, delay, reverb dan berbagai macam efek lainnya. Kita bisa saja menggunakan hanya satu atau beberapa, atau mungkin juga lebih dari sepuluh jika memang dibutuhkan. 

Kita juga mungkin sering mengintip para musisi profesional yang menggunakan berbagai efek. Tapi tidak peduli banyak atau sedikit efek yang kita gunakan, kita harus juga memperhatikan urutan penempatan efek yang benar. 

Berikut ini adalah contoh urutan penempatan efek gitar, dari pertama kabel yang berasal dari gitar hingga terakhir menuju ke amplifier.
·         Gitar ------> distorsi/overdrive---------> chorus/tremolo/vibrato---->delay-------->reverb------>amplifier

Untuk penempatan efek memang termasuk hal yang sangat subyektif, tapi ada urutan efek diatas adalah yang paling umum digunakan dan bisa menjadi langkah awal kita untuk mencari sound gitar atau bass yang kita inginkan. Ada beberapa alasan untuk penempatan efek seperti diatas.  

Distorsi/overdrive
Distorsi atau overdrive diletakkan paling depan karena harus diawali sinyal gitar murni yang belum terkena efek, agar mendapat suara overdrive atau distorsi lebih jelas dan tegas. Selain itu suara gitar beroverdrive membantu menajamkan efek-efek lainnya. Distorsi dan overdrive juga menaikkan volume gitar yang berguna untuk part solo.

Modulasi
Lalu selanjutnya efek modulasi. Efek modulasi ini mempengaruhi amplitudo gitar dan membuat efek sound yang unik. Tipe efek modulasi antara lain chorus, tremolo, vibrato, phaser. Tugas efek jenis ini adalah untuk memberi tambahan warna dan tekstur pada sound gitar kita. Jika efek modulasi diletakkan sebelum dist/overdrive maka akan mengaburkan suara gitar.

Delay dan Reverb
Efek yang diletakkan paling belakang adalah delay dan reverb. Fungsi dari kedua efek ini adalah untuk ‘memperbesar’ suara gitar, atau dalam bahasa bekennya lebih ‘ngisi’. Hanya dengan memainkan satu not, seolah-olah sound gitar kita mengisi ruangan. Untuk gitar biasanya cukup menggunakan delay saja karena reverb biasanya sudah ada di amplifier. Karena tugasnya untuk memberikan nuansa suara gitar yang  ‘luas’ maka ditaruh paling belakang agar suara efek sebelumnya bisa ikut terbawa.

Berdasarkan urutan penempatan efek diatas, maka kita bisa juga menambahkan jenis efek tambahan lainnya seperti :

Octaver
Efek oktaf menaikan atau menurunkan suara gitar satu oktaf lebih tinggi ataupun lebih rendah. Efek ini juga harus ditaruh di awal agar dapat berfungsi dengan baik. Penempatan efek oktaf disarankan paling depan sebelum atau setelah overdrive/dist, tergantung bagaimana kita menggunakan efek tersebut, apakah kita ingin suara oktaf mempengaruhi suara overdrive dan juga sebaliknya.

Synth
Efek synthesizer juga memiliki sound paling maksimal jika diletakkan di awal. Efek ini bisa diletakkan setelah oktaf untuk mendapat suara ala keyboard. Ada beberapa efek synth yang sudah memiliki efek oktaf didalamnya, jadi jika kita sering menggunakan kombinasi dua suara tersebut ada baiknya memiliki efek synth yang sudah dilengkapi octaver.


Booster  
Booster bertujuan menambah volume tanpa menambah distorsi ataupun drive. Booster dapat diletakkan sebelum atau sesudah overdrive/dist. Jika diletakkan setelah overdrive maka akan memberikan tambahan volume, jika diletakkan sebelum drive maka akan menambah intensitas distorsinya tanpa kenaikan volume yang terlalu tajam. Booster juga dapat ditempatkan dimana saja di urutan efek sesuai kebutuhan.

Compressor
Compressor atau lebih dikenal dengan sebutan comp terdiri dari dua jenis, yaitu comp sustainer atau comp limiter. Secara garis besar compressor membantu kita menjaga kestabilan volume agar konstan. Comp sustainer diletakkan paling depan karena membantu menambah sustain atau panjang nada untuk  level efek-efek lain setelahnya. Sedangkan comp limiter dapat ditaruh paling belakang untuk membatasi agar level atau volume permainan tetap stabil. 

Demikianlah tips sederhana tentang memahami urutan penempatan efek agar sound gitar kita terdengar lebih profesional dan maksimal. Nantikan terus berbagai artikel menarik lainnya hanya di Guitarsquartz. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya


0 comments: