IBX5981FE7FCD958 Review Gitar Gibson J200

Review Gitar Gibson J200

Guitarsquartz.net – Jika kemarin kita sempat mereview gitar travel Martin LX1, maka sekarang kita akan mreview gitar akustik fullsize, yaitu Gibson J200. Bukan  sembarang gitar akustik, Gibson J200 adalah salah satu gitar akustik terbaik yang pernah dibuat. Gitar ini juga sering disebut SJ 200, merujuk pada bentuk bodinya yang ekstra besar.

Melihat sekilas, kita bisa langsung mengetahui bahwa J200 adalah sebuah gitar akustik premium. Berdesain klasik dan cukup penuh ornamen mulai dari bridge hingga headstocknya. Namun tentu yang terpenting adalah performa J200. Mari kita lihat review J200 selengkapnya.

Spesifikasi
J200 memiliki scale length 25,5 inci sama seperti Strato atau Tele. Untuk ukuran gitar akustik, radius fretboard J200 cenderung agak cembung, yaitu 12 inci. Biasanya gitar akustik memiliki fretboard yang flat, misalnya 14 atau 16 inci. Selain itu ukuran nut J200 juga tergolong lebar, kira-kira 44mm.
J 200 terbuat dari kayu-kayu berkualitas tinggi. Topnya terbuat dari bahan Sitka Spruce, sedangkan back dan sides terbuat dari kayu Maple. Necknya pun terbuat dari Maple dan disambungkan ke bodi gitar pada fret ke 14. Bridge serta fretboardnya terbuat dari kayu rosewood.
J200 sudah dilengkapi dengan sistem pickup dan preamp dari Fishman dan LR Baggs, tergantung modelnya.


Playability
Sepertinya gitar Gibson J200 ini diperuntukkan untuk tipe permainan yang lebih klasik. Hal ini terlihat dari nut serta spacing senar yang lebih lebar di bridgenya. Nut lebar memang disukai oleh para gitaris fingerstyle karena memudahkan fingerpicking. Namun hal ini juga tergantung pada kebutuhan Anda juga. Meskipun ukuran nutnya lebar, tapi tidak terlalu sulit untuk beradaptasi memainkan J200.
J200 juga memiliki settingan action cukup rendah dan nyaman, sebuah hal wajib untuk gitar sekelas Gibson. Tapi bentuk penampang neck yang membulat mungkin akan membuat player bertangan kecil sedikit kesulitan, seperti saya.  Selain itu bodi J200 tergolong besar. Lengkungan bodinya sedikit menghalangi permainan gitar. Tapi jika Anda bertubuh lebih besar dari saya, seharusnya tidak ada masalah.
Fretboard cembung justru terasa familiar di tangan, karena J200 memiliki radius fret yang sama seperti kebanyakan gitar Gibson lainnya. Meskipun tidak sedatar gitar akustik lain, J200 masih bisa memfasilitasi gerakan jari yang cepat.

Sound
J200 memiliki bodi yang besar sebagai ruang resonansi, karena itu tanpa amplifikasi pun suara hasil genjrengan terdengar amat lantang. Elektroniknya pun bekerja cukup sederhana, tanpa perlu bersusah payah mengatur eq, kita sudah bisa mendapatkan sound dari ampli yang mendekati sound asli akustiknya. Kedua elektronik yang digunakan, Fishman dan LR Baggs sama-sama bagusnya dalam menghasilkan soung akustik yang renyah dan natural.
Penempatan kontrol volume untuk pickupnya juga tidak terletak pada bagian samping seperti umumnya. Kontrol volume dan eq terletak di dekat lubang soundhole, sehingga tidak mudah terlihat secara kasat mata. Sentuhan yang bagus secara estetik dan fungsi.

Kesimpulan
J200 adalah gitar akustik bergaya klasik yang dibuat untuk para pecinta fingerstyle. Bodi yang besar membuat detail permainan kita terdengar jelas, apa lagi setelah masuk ke ampli. Sayangnya bodi besar J200 jugalah yang membuatnya kurang nyaman untuk dimainkan sebagian orang. Tapi J200 tetaplah sebuah gitar mewah yang pasti akan membuat iri siapa saja yang melihat Anda memainkanya. Jika lebih mementingkan kualitas sound serta penampilan klasik, maka J200 adalah gitar yang tepat untuk Anda. Anda bisa memiliki J200 dengan harga sekitar 40 juta Rupiah, belum termasuk pajak.